Sunday, April 1, 2012

SERUAN CIPAYUNG YOGYAKARTA


REVOLUSI MIGAS

Rencana kebijakan pemerintah yang hendak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah alat represif yang menghantui kehidupan masyarakat kecil. Fakta yang tak terbantahkan bahwa rencana ini merupakan sebuah bukti kegagalan rezim SBY-Boediono dalam mengupayakan sektor migas sebagai alat penopang kesejahteraan rakyat sebagaimana amanat UUD 1945. Perekonomian kita yang digagas oleh para pemikir rezim telah mendorong liberalisasi yang mengorbankan kepentingan nasional terutama dengan meletakkan harga diri dan martabat serta kesejahteraan rakyat pada mekanisme pasar yang liar.

Penolakan di seantero negeri atas sikap pemerintah ini telah menciderai rasa keadilan masyarakat dimana sekali lagi rakyat dipaksa menjadi tumbal dari kebijakan yang tidak pro rakyat. Ditengah derasnya korupsi dan kehidupan mewah pejabat publik baik di pemerintahan maupun anggota DPR masyarakat dipaksa menelan pil pahit kenaikan BBM. Rasa keadilan yang telah hilang dari penyelenggara Negara dan elit politik memaksa masyarakat hidup dalam penindasan yang sistemik. Tidak ada bandingnya penindasan sistemik ini dengan aksi mahasiswa dan masyarakat yang menyuarakan kegelisahan mereka terhadap krisis besar di republik ini.

Melihat realitas ini, maka kami Kelompok Cipayung Yogyakarta dengan ini menyampaikan sikap sebagai berikut:

  • Mengecam keras rencana kenaikan BBM yang telah memicu bentrokan di tengah masyarakat akibat tidak sensitifnya pemerintah terhadap rakyat.
  • Mendesak Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat agar mencabut UU no 22 tahun 2001 dan mendorong elemen bangsa untuk kembali ke UUD 1945 dengan semangat dasarnya menjadikan sektor migas sebagai salah satu alat perjuangan dalam memberi kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
  • Mendesak agar pemerintah segera melakukan nasionalisasi aset-aset vital di sektor migas dan meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas dalam negeri dengan membuka ladang sumber-sumber minyak baru.
  • Menolak tegas seluruh sistem penyelenggaraan Negara yang telah terkontaminasi oleh virus neo liberalisme di Indonesia
  • Mengecam dan mengutuk keras sikap represif aparat keamanan terhadap para demonstran khususnya mahasiswa di berbagai daerah .

Mengingat bahwa perjuangan menuju kedaulatan rakyat dan kemandirian ekonomi merupakan sebuah gerakan yang besar maka kami mengajak seluruh elemen bangsa: mahasiswa, kaum buruh, kaum tani dan nelayan, para pedagang pasar, tukang becak, dan masyarakat pada umumnya untuk menyatukan aspirasi secara lebih terbuka. Mendorong setiap elemen rakyat yang secara sistemik telah dikorbankan oleh ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola Negara agar melawan dengan cara-cara yang sepatutnya baik secara bersama maupun pribadi. Rapat Paripurna DPR hanya sandiwara yang penuh penipuan dan menunda sesaat rencana kenaikan BBM. Revolusi Migas adalah sebuah gerakan dan solusi bersama yang patut diwujudkan untuk membangun ketahanan nasional dan mewujudkan kesejahteraan bersama seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan semangat Pancasila dan UUD 1945.

Diam hanya akan menjadi alasan besar bagi penguasa untuk semakin menekan dan menindas rakyat dengan kebijakan yang tidak pro rakyat. Maka segera mengambil langkah yang patut dan menyuarakan aspirasi serta membangun solidaritas sosial adalah sebuah keharusan. Bangkit dan Bergerak!

Salam Solidaritas! Salam Revolusi!

Kelompok Cipayung Yogyakarta:

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)

Berikut Link Terkait dengan aksi dan seruan ini:
Liputan Okezone
Liputan Republika Online

No comments: