Thursday, December 23, 2010

PESAN NATAL KWI DAN PGI 2010


“Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia”

(bdk. Yoh. 1:9)

Saudara-saudari yang terkasih,
segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

1. Pada saat ini kita semua sedang berada di dalam suasana merayakan kedatangan Dia, yang mengatakan: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Dalam merenungkan peristiwa ini, rasul Yohanes dengan tepat mengungkapkan: “Terang yang sesungguhnya itu sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (Lih. Yoh.1:9-11). Suasana yang sama juga meliputi perayaan Natal kita yang terjalin dan dikemas untuk merenungkan harapan itu dengan tema:“Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia”.

2. Saudara-saudari terkasih,

Kita bersyukur boleh hidup dalam suatu negara yang secara konsti-tusional menjamin kebebasan beragama. Namun akhir-akhir ini gejala-gejala kekerasan atas nama agama semakin tampak dan mengancam kerukunan hidup beragama dalam masyarakat. Hal ini mencemaskan pihak-pihak yang mengalami perlakuan yang tidak wajar dalam masyarakat kita. Kita semakin merasa risau akan perkembangan “peradaban” yang mengarus-utamakan jumlah penganut agama; “peradaban” yang memenangkan mereka yang bersuara keras berhadapan dengan mereka yang tidak memiliki kesempatan bersuara; “peradaban” yang memenangkan mereka yang hidup mapan atas mereka yang terpinggirkan. Peradaban yang sedemikian itu pada gilirannya akan menimbulkan perselisihan, kebencian dan balas-dendam: suatu peradaban yang membuahkan budaya kematian daripada budaya cinta yang menghidupkan.

Keadaan yang juga mencemaskan kita adalah kehadiran para penanggungjawab publik yang tidak sepenuhnya memperjuang-kan kepentingan rakyat kebanyakan. Para penanggungjawab publik memperlihatkan kinerja dan moralitas yang cenderung merugikan kesejahteraan bersama. Sorotan media massa terhadap kinerja penanggungjawab publik yang kurang peka terhadap kepentingan masyarakat, khususnya yang terungkap dengan praktik korupsi dan mafia hukum hampir di segala segi kehidupan berbangsa, sungguh-sungguh memilukan dan sangat memprihatinkan, karena itu adalah kejahatan sosial.

Sementara itu, keadaan masyarakat yang semakin jauh dari sejahtera, termasuk sulitnya lapangan kerja, semakin memperparah kemiskinan di daerah pedesaan dan perkotaan. Keadaan ini diperberat lagi oleh musibah dan bencana yang sering terjadi, baik karena faktor murni alami maupun karena dampak campur-tangan kesalahan manusiawi, terutama dalam penanganan dan penanggulangannya. Sisi-sisi gelap dalam peradaban masyarakat kita dewasa ini membuat kita semakin membutuhkan Terang yang sesungguhnya itu.

Terang yang sesungguhnya, yaitu Yesus Kristus yang menjelma menjadi manusia, sudah datang ke dalam dunia. Walaupun banyak orang menolak Terang itu, namun Terang yang sesung-guhnya ini membawa pengharapan sejati bagi umat manusia. Di tengah kegelapan, Terang itu menumbuhkan pengharapan bagi mereka yang menjadi korban ketidak-adilan. Bahkan di tengah bencana pun muncul kepedulian yang justru melampaui batas-batas suku, agama, status sosial dan kelompok apa pun. Terang itu membawa Roh yang memerdekakan kita dari pelbagai kegelapan, sebagaimana dikatakan oleh Penginjil Lukas: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampai-kan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk. 4:18-19).

Natal adalah tindakan nyata Allah untuk mempersatukan kembali di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya (Lih. Ef. 1:10). Semua yang dilihat-Nya baik adanya itu (Lih. Kej. 1:10), yang telah dirusakkan dan diceraiberaikan oleh kejahatan manusia, menemukan dirinya di dalam Terang itu. Oleh karena itu, dengan menyambut dan merayakan Natal sebaik-baiknya, kita menerima kembali, ─ dan demikian juga menyatukan diri kita dengan ─ karya penyelamatan Allah yang baik bagi semua orang.

Di dalam merayakan Natal sekarang ini, kita semua kembali diingatkan, bahwa Terang sejati itu sedang datang dan sungguh-sungguh ada di dalam kehidupan kita. Terang itu, Yesus Kristus, berkarya dan membuka wawasan baru bagi kesejahteraan umat manusia serta keutuhan ciptaan. Inilah semangat yang selayaknya menjiwai kita sendiri serta suasana di mana kita sekarang sedang menjalani pergumulan hidup ini.

3. Saudara-saudari terkasih,

Peristiwa Natal membangkitkan harapan dalam hidup dan sekaligus memanggil kita untuk tetap mengupayakan kesejahteraan semua orang. Kita juga dipanggil dan diutus untuk menjadi terang yang membawa pengharapan, dan terus bersama-sama mencari serta menemukan cara-cara yang efektif dan manusiawi untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama.

* Bersama Rasul Paulus, kami mengajak seluruh umat kristiani di tanah air tercinta ini: “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan” (Rm. 12:21), karena dengan membalas kejahatan dengan kejahatan, kita sendirilah yang dikalahkannya.

* Selanjutnya kita wajib ikut-serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur, bahkan melalui usaha-usaha kecil tetapi konkret seperti menjalin hubungan baik dengan sesama warga masyarakat demi kesejahteraan bersama. Kita turut menjaga dan memelihara serta melestarikan lingkungan alam ciptaan, antara lain dengan menanam pohon dan mengelola pertanian selaras alam, dengan tidak membuang sampah secara sembarangan; mempergunakan air dan listrik seperlunya, mempergunakan alat-alat rumahtangga yang ramah lingkungan.

* Dalam situasi bencana seperti sekarang ini kita melibatkan diri secara proaktif dalam pelbagai gerakan solidaritas dan kepedulian sosial bagi para korban, baik yang diprakarsai gereja, masyarakat maupun pemerintah.

* Marilah kita memantapkan penghayatan keberimanan kristiani kita, terutama secara batiniah, sambil menghindarkan praktik-praktik ibadat keagamaan kita secara lahiriah, semu dan dangkal. Hidup beragama yang sejati bukan hanya praktik-praktik lahiriah yang ditetapkan oleh lembaga keagamaan, melainkan berpangkal pada hubungan yang erat dan mesra dengan Allah secara pribadi.

Akhirnya, marilah kita menyambut dan merayakan kedatangan-Nya dalam kesederhanaan dan kesahajaan penyembah-penyembah-Nya yang pertama, yakni para gembala di padang Efrata, tanpa jatuh ke dalam perayaan gegap-gempita yang lahiriah saja. Marilah kita percaya kepada Terang itu yang sudah bermukim di antara kita, supaya kita menjadi anak-anak Terang (Yoh.12:36). Dengan demikian perayaan Natal menjadi kesempatan mulia bagi kita untuk membangkitkan dan menggerakkan peradaban kasih sebagai tanda penerimaan akan Terang itu dalam lingkungan kita masing-masing. Dengan pemikiran serta ungkapan hati itu, kami mengucapkan:

SELAMAT NATAL 2010 DAN TAHUN BARU 2011

Jakarta, 12 November 2010

Atas Nama

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI),

Pdt. Dr. A.A. Yewangoe

Ketua Umum

Pdt. Gomar Gultom, M.Th.

Sekretaris Umum

KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI),

Mgr. M.D. Situmorang OFM Cap.

Ketua

Mgr. J.M. Pujasumarta

Sekretaris Jenderal

Thursday, October 28, 2010

PMKRI PEDULI


Salam Kemanusiaan!!


Bergeraklah pemuda Indonesia dan serukan, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa : KEMANUSIAAN!!

Sementara ini kawan-kawan PMKRI bersama rekan-rekan dari Cipayung, bergerak di lapangan untuk melihat kondisi dan kebutuhan para pengungsi. Sinergi antar posko organisasi menjadi pilihan. Untuk Posko PMKRI Peduli di Margasiswa Jl. Dr. Wahidin 54 sementara ini menyampaikan kebutuhan para pengungsi. Bagi yang tergerak membantu berupa barang-barang kebutuhan atau bantuan dana dapat menghubungi Kordinator Posko PMKRI Peduli di Jogjakarta, Sdr. Rio Wiran (081392107516) atau bagian Informasi Publikasi Thomas (081227292686).

Sekadar usulan agar digelar sumbangan sukarela di cabang-cabang untuk menggerakkan solidaritas PMKRI PEDULI. Cabang-cabang terdekat bisa saling membantu. Misal Cabang se-Sumatera bisa Fokus menggalang solidaritas dan membantu kawan-kawan di PMKRI (PADANG) PEDULI untuk Bencana Mentawai. Sebaliknya di wilayah sekitar Jawa bisa menyalurkan melalui PMKRI (JOGJA) PEDULI untuk bencana Merapi, Kawasan Timur untuk PMKRI (NABIRE) PEDULI bencana Wasior. Selebihnya pilihan diserahkan pada cabang-cabang.

Untuk bantuan dana, yang akan digunakan untuk kebutuhan pengungsi, serta program Pendampingan Anak silahkan menyalurkan melalui PMKRI (JOGJA) PEDULI melalui:

  • Bank Mandiri 1370005509605 a.n Lusiana Bintang Siregar
  • Bank BRI 1111.01.0022295.01 a.n Marianus Wiran
  • Bank BCA 4564892647 a.n Thomas Robiana Sembiring

Untuk kontrol bantuan, mohon setiap pengiriman bantuan konfirmasi ke Kordinator Posko PMKRI (JOGJA) PEDULI, Rio Wiran (081392107516)


KEBUTUHAN PENGUNGSI MERAPI

OBAT : obat sakit kepala, flu, ispa, alergi, asma, gatal,-gatal, antiseptik, antibiotik, obat wanita dan anak-anak, obat penghangat (balsem dll),

LAIN-LAIN : masker, terpal, kebutuhan wanita, selimut, makanan anak-anak, makanan bayi, pampers, susu, bubur bayi, penerangan, (genset, kabel, lampu), sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, sampo, logistik, tabung oksigen.

Wilayah Salam:

Data sementara di 5 tempat pengungsian kec Salam (balai desa Sucen, Jumoyo. Cawakan, Srumbung, Gulon), jumlah balita 700 anak, cacat netra, rungu, fisik 80 orang. Kebutuhan susu, pampers bayi, slimut, tikar, alas tidur, alat MCK, roti kering.

Posko glagaharjo, cangkringan sleman: balita 129, ibu hamil 12, anak usia sekolah 198, lansia 229, cacat 9, lainnya dewasa. total jmlh pengungsi 1552. daftar kebutuhan mendesak belum terkonfirmasikan.

(SUmber: BANTU MERAPI GROUP)



Unit Publikasi PMKRI (JOGJA) PEDULI


Tata dan Thomas sembirinK

Sunday, September 26, 2010

JADIKAN KITAB SUCI SEBAGAI INSPIRASI

(Panitia Pelaksana BKSN PMKRI 2010 yang dipimpin oleh Tata, pose bersama Ketua Presidium PMKRI Yogyakarta, Lusiana Bintang Siregar)

Jadikan Kitab Suci Sebagai Inspirasi. Demikian satu pesan utama dalam Penutupan Bulan Kitab Suci Nasional 2010 yang digelar oleh PMKRI Cabang Yogyakarta St. Thomas Aquinas. Acara yang berlangsung di Margasiswa Yogyakarta pada Sabtu (25/09) diikuti oleh seratusan mahasiswa katolik dari beberapa perguruan tinggi. Meski cuaca buruk melanda kota Yogyakarta dan listrik padam dari awal hingga acara berakhir, peserta tetap antusias mengikuti acara dalam terang lilin saat malam tiba.

Rangkaian acara terdiri dari Sarasehan bertemakan “Kitab Suci, Sumber Inspirasiku” yang menghadirkan pegiat kaum muda dari MAGiS Yogyakarta, Agustinus Prasetyo dan Sr. Irene, FCJ serta Lilik Krimantoro yang merupakan penggerak kaum muda Keuskupan Agung Semarang. Dalam sarasehan para peserta saling membagikan pengalaman mengenal dan mendalami kitab suci. Selain itu ada pula yang membagikan pengalaman hidup mereka yang diinspirasi oleh kitab suci.

Sr. Irene, FCJ mengungkapkan bahwa bukan soal berapa banyak kita membaca kitab suci, tetapi lebih bagaimana kita memaknai setiap sabda Allah yang kita dengarkan. Sabda Allah semestinya menjadi bagian dari hidup kita, dan satu kata sederhana saja dari kitab suci bisa menjadi inspirasi seumur hidup.

Seusai sarasehan, perwakilan mahasiswa mengikuti kuis kitab suci mewakili komunitas masing-masing, diantaranya KMK FTP UGM, KMK Psikologi UGM, PD Yohanes, Missio Day, Kana Community, Forum Komunikasi Mahasiswa Katolik Papua, Komunitas Paingan dan English Mass Community Sanata Dharma. Kuis dimulai dengan penampilan yel-yel yang selaras dengan tema. Selanjutnya para peserta diberi pertanyaan seputar kitab suci dan pengetahuan gereja melalui bentuk yang kreatif.

Menjelang penutupan, mahasiswa katolik dari berbagai kampus tersebut merayakan ekaristi bersama yang dipimpin oleh Rm. Bagus, SJ. Beliau menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa katolik yang masih bertahan dalam situasi gelap dan cuaca yang tampak kurang bersahabat demi menutup bulan kitab suci bersama-sama.

Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Yogyakarta St. Thomas Aquinas, Lusiana Bintang Siregar, menyampaikan apresiasi dan selamat bagi mahasiswa katolik yang hadir dalam rangkaian acara penutupan bulan kitab suci. Acara ini sejak 3 tahun terakhir telah menjadi satu momen penting bagi PMKRI dalam memfasilitasi bertemunya berbagai komunitas mahasiswa katolik dan menghidupi semangat perutusan yang diajarkan dalam kitab suci. Lebih lanjut menurut mahasiswi Psikologi Universitas Sanata Dharma ini, apapun pilihan hidup yang diambil hendaklah kitab suci senantiasa menjadi inspirasi.

Acara diakhiri dengan foto bersama serta meneriakkan bersama semboyan belajar dan pengabdian, Pro Ecclesia Et Patria!