PMKRI St. Thomas Aquinas Cabang Yogyakarta menggelar Rapat Kerja (28/08) di Margasiswa Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh jajaran DPC 2010-2011 yang dibentuk oleh Lusiana Bintang Siregar selaku Mandataris RUA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium. Rapat Kerja ini diharapkan menjawab tantangan aktual PMKRI serta merevitalisasi perhimpunan melalui program-program kerja yang visioner dan kualitatif.
Rapat Kerja ini diawali dengan diskusi keorganisasian serta penyusunan program. Menjawab situasi PMKRI yang semakin penuh dengan tantangan, pemahaman terhadap dasar-dasar organisasi dibutuhkan oleh para pengurus. Bravo PMKRI St. Thomas Aquinas Cabang Yogyakarta. Pro Ecclesia Et Patria!
Saturday, August 28, 2010
Tuesday, June 1, 2010
PMKRI YOGYAKARTA GELAR DIES NATALIS 63
Memperingati usianya yang ke 63 tahun, PMKRI St. Thomas Aquinas Yogyakarta menggelar acara Sarasehan Orang Muda Katolik (29/3) di Margasiswa Yogyakarta. Acara yang dihadiri puluhan undangan ini dikemas secara sederhana dan diisi dengan bagi pengalaman antar peserta yang merupakan aktivis organ kemahasiswaan Katolik, Pemuda Katolik, WKRI dan Mudika.
Klaudius Choland selaku Pjs. Ketua Presidium PMKRI menyatakan bahwa peringatan dies kali ini diharapkan menjadi
Para peserta yang saling membagikan pengalaman di organisasinya masing-masing menyatakan perlunya sinergi antar organ mereka. Semakin lemahnya aktivitas gerakan organ katolik dalam pengkaderan dikhawatirkan mengurangi peran serta dalam karya di ranah kemasyarakatan. Dalam konteks kaderisasi PMKRI, Lilik krismantoro selaku penggiat dan pemerhati Orang Muda Katolik menyatakan pentingnya menyadari kebutuhan calon anggota yang hendak mengikuti kaderisasi di PMKRI. Untuk itu perlu bagi PMKRI memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan calon kadernya yang tentunya selaras dengan arah gerak perhimpunan tersebut.
Acara sarasehan tersebut diakhiri dengan kesepakatan antar organ yang hadir untuk mempererat jejaring diantara mereka. Melalui jejaring ini diharapkan, kebangkitan gerakan katolik dapat lebih mewarnai kehidupan menggereja dan berbangsa, selaras dengan semangat menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. Sore harinya, Dewan Pimpinan Cabang PMKRI St. Thomas Aquinas Yogyakarta melanjutkan peringatan Dies Natalis dengan temu diskusi bersama Alumni.
Klaudius Choland selaku Pjs. Ketua Presidium PMKRI menyatakan bahwa peringatan dies kali ini diharapkan menjadi
sebuah kesempatan berefleksi dan melakukan otokritikbagi organ yang lahir pada 25 Mei 1947 ini. Lebih lanjut menurutnya, sinergi antar gerakan kekatolikan perlu dilakukan untuk lebih meningkatkan peran serta aktif dalam kehidupan bergereja dan berbangsa. PMKRI
Para peserta yang saling membagikan pengalaman di organisasinya masing-masing menyatakan perlunya sinergi antar organ mereka. Semakin lemahnya aktivitas gerakan organ katolik dalam pengkaderan dikhawatirkan mengurangi peran serta dalam karya di ranah kemasyarakatan. Dalam konteks kaderisasi PMKRI, Lilik krismantoro selaku penggiat dan pemerhati Orang Muda Katolik menyatakan pentingnya menyadari kebutuhan calon anggota yang hendak mengikuti kaderisasi di PMKRI. Untuk itu perlu bagi PMKRI memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan calon kadernya yang tentunya selaras dengan arah gerak perhimpunan tersebut.
Acara sarasehan tersebut diakhiri dengan kesepakatan antar organ yang hadir untuk mempererat jejaring diantara mereka. Melalui jejaring ini diharapkan, kebangkitan gerakan katolik dapat lebih mewarnai kehidupan menggereja dan berbangsa, selaras dengan semangat menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. Sore harinya, Dewan Pimpinan Cabang PMKRI St. Thomas Aquinas Yogyakarta melanjutkan peringatan Dies Natalis dengan temu diskusi bersama Alumni.
Friday, April 23, 2010
MPAB PMKRI KOMDA II JATENG DIY 2010`
Bertempat di Joglo Tanjung, Sleman-Yogyakarta, PMKRI Komisariat Daerah II Jawa Tengah-Yogyakarta menggelar Masa Penerimaan Anggota Bersama (MPAB) dari 23-25 April 2010. Mengambil semangat tema menjadi Kader Visioner dan Misioner kaderisasi kali ini pun merupakan sebuah terobosan PMKRI yang dinilai cukup visioner. Barangkali ini adalah MPAB yang pertama kali digelar bersama dalam satu regio atau komisariat daerah dalam sejarah perhimpunan yang akan merayakan Dies Natalis ke-63 Mei mendatang.
Puluhan peserta berasal dari Semarang, Solo, dan Yogyakarta dan dari latar belakang yang berbeda. Pada awal para peserta dilibatkan dalam proses Ekskursi Sosial untuk melihat realitas sosial disekitar mereka. Selama proses berlangsung peserta didampingi oleh panitia dengan semangat persaudaraan selaras dengan semangat fraternitas PMKRI.
Terobosan mengadakan MPAB se-Komda II bukanlah tanpa tantangan. Kondisi jarak dan persoalan internal cabang-cabang menimbulkan persoalan tersendiri, kendati demikian dengan hitungan waktu persiapan yang relatif singkat, kader-kader PMKRI se-Komda II mampu melaksanakan proses kaderisasi formal perhimpunan tersebut. Terobosan ini sekaligus secara tidak langsung telah melintasi ego masing-masing cabang yang selama ini dinilai cukup tinggi. Harapan kedepan melalui pengkaderan bersama sejak dini, para peserta mampu mengurangi kecenderungan konflik kepentingan antar cabang sehingga perhimpunan dapat melakukan kaderisasi secara lebih nyaman dan positif.
Secara istimewa untuk mengapresiasi terobosan ruang kaderisasi ini, Pengurus Pusat PMKRI 2008-2010 pun berkenan hadir dan mendukung sebagai pemateri. Bambang Felix, Presidium Hubungan Luar Negeri PP PMKRI yang baru-baru ini mengikuti Pelatihan HAM di Swiss menyatakan kebanggaannya atas dinamika positif yang semakin tampak di PMKRI, khususnya Komda II. Menurutnya
tantangan kemanusiaan yang dihadapi mahasiswa saat ini sudah melampaui batas-batas teritorial kota yang terbatas. Dunia yang semakin terintegrasi saat ini membawa dampak saling terhubungnya problem-problem sosial di tingkatan lokal dengan sistem masyarakat global, yang membentuk wajah peradaban dunia saat ini. Oleh karena itu semangat solidaritas dan kerja bersama dalam wilayah regional (baca : komda) ini menjadi awal yang baik menuju solidaritas global, dalam membangun kerja-kerja memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Nilai gotong royong, kerja sama, mau berkorban, yang melampaui semangat kedaerahan, menjadi penting dalam membentuk budaya tanding terhadap sifat individualisme, hedonis yang menjangkiti kaum muda saat ini.
Semoga kaderisasi ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda katolik yang senantiasa dan setia berjuang bagi gereja dan bangsa. Pro Ecclesia Et Patria!
Label:
Kaderisasi,
Komda II,
MPAB,
PMKRI,
Semarang,
Solo,
Yogyakarta
Subscribe to:
Posts (Atom)