Sunday, June 15, 2008
Friday, June 13, 2008
PERNYATAAN SIKAP KRB
KOMITE RAKYAT BERSATU
(KRB).
SMI, PRP, PPRM, PMKRI, SPCI Jogja, LMND-PRM, JNPM, FAM-J, PEWARTA, BEM STIPsI, RESISTA, PERSMA JOGJA, JOGO SENGSORO, PLU SATU HAITI.
01 Juni 2008
BATALKAN KENAIKAN HARGA BBM DENGAN PERSATUAN RAKYAT DAN SAATNYA RAKYAT BERKUASA...!!!
Pemerintah akhirnya menaikan harga BBM. Hal ini semakin membuktikan bahwa perintah tidak pernah berpihak lagi pada rakyat kecil. Dan tidak dapat dipungkiri juga bahwa pemerintahan yang dipimpin SBY-JK tidak mampu melindungi dan mensejahterakan rakyatnya seperti yang telah diamanatkan oleh UUD. Kenaikan harga BBM akan semakin menambah penderitaan rakyat, angka kemiskinan yang semakin tinggi, pengangguran semakin bertambah, harga sembako yang semakin mahal, usaha menengah kecil dan menengah terancam bangkrut dsb.
Dan genderang perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan harga BBM masih terdengar : Mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum tani dan perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan aksi-aksi, dan terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini menunjukan, bahwa tingkat kesejahteran rakyat sudah dalam batas yang paling rendah,sehingga kenaikan harga BBM sebesar 30% tidak akan lagi sanggup di tanggung oleh rakyat Indonesia.
Argumentasi kuno yang di sampaikan oleh Pemerintah, DPR, Elit Politik maupun Intelektua Tukang, semuanya seragam; Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US $ 139/barel akan mengakibatkan kenaikan subsidi dalam negari sebesar 21,4 trilyun rupiah, sementara negara tidak mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM dalam negeri harus di naikan sesuai dengan harga internasional.
Dan dukungan terhadap kenaikan harga BBM dan semakin tingginya harga sembako yang juga dilakukan oleh APINDO, KADIN dan para pejabat pemerintah yang juga para pengusaha serta partai politik pendukung pemerintah. Karena jelas, dengan kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh para kapitalis untuk mengeruk keuntungan dari kondisi ini. Jelas jika pemerintah berusaha menaikan harga BBM dan tidak merespon secara cepat dan tepat kenaikan harga sembako, maka pemerintah hanya mementingkan kepentingan para kapitalis. Kenaikan harga sembako, maka pemerintah hanya mementingkan kepentingan para kapitalis. Dan jelas juga bahwa pemerintah tidak mempedulikan kondisi rakyat yang semakin terpuruk.
Tuntutan Utama Rakyat :
1. Gagalkan Kenaikan Harga BBM.
2. Pendidikan dan Kesehatan Gratis untuk rakyat.
3. Upah Layak Bagi Buruh.
4. Turunkan harga Sembako.
5. Hapus Sistem Buruh Kontrak dan Outsourcing.
6. BLT bukan Solusi Tetapi Lapangan Kerja Buat Rakyat.
7. Cabut dan Tolak UU yang tidak memihak pada Rakyat, seperti : UU Migas No. 22/2001, RUU BHP, UUK No. 13/2003, UU Penanaman Modal No. 25/2007, UU No.7/1996 tentang ketahanan pangan, Perda Gepeng, dsb.
8. Bantuan Kompensasi Mahasiswa bukan solusi tetapi pendidikan gratis untuk rakyat.
9. Tolak penggusuran.
10. Bebaskan mahasiswa UNAS dan Usut Tuntas Kasus Penyerangan Aparat ke Kampus UNAS.
Solusi Rakyat Indonesia Untuk Negara :
1. Rebut dan Kelola Industri Tambang Asing Dibawah Kotrol Rakyat.
2. Hapus Hutang Luar Negeri.
3. Sita Harta Koruptor Untuk Kesejahteraan Rakyat.
4. Laksanakan Reforma Agraria Sejati (Land Reform).
5. Rebut Industri Perbankan Untuk Rakyat.
6. Bangun Industrialisasi Nasional yang Kerakyatan.
Musuh-Musuh Rakyat :
1. Imperialisme dan Agen-agennya di Indonesia (Rezim SBY-JK).
2. Sisa-sisa Orde Baru.
3. Reformis Gadungan.
4. Militerisme.
5. Fundamentalisme.
KRB
(Komite Rakyat Bersatu)
Batalkan Kenaikan Harga BBM...!!!
Dewan Pimpinan Cabang
PMKRI St. Thomas Aquinas Yogyakarta.
(KRB).
SMI, PRP, PPRM, PMKRI, SPCI Jogja, LMND-PRM, JNPM, FAM-J, PEWARTA, BEM STIPsI, RESISTA, PERSMA JOGJA, JOGO SENGSORO, PLU SATU HAITI.
01 Juni 2008
BATALKAN KENAIKAN HARGA BBM DENGAN PERSATUAN RAKYAT DAN SAATNYA RAKYAT BERKUASA...!!!
Pemerintah akhirnya menaikan harga BBM. Hal ini semakin membuktikan bahwa perintah tidak pernah berpihak lagi pada rakyat kecil. Dan tidak dapat dipungkiri juga bahwa pemerintahan yang dipimpin SBY-JK tidak mampu melindungi dan mensejahterakan rakyatnya seperti yang telah diamanatkan oleh UUD. Kenaikan harga BBM akan semakin menambah penderitaan rakyat, angka kemiskinan yang semakin tinggi, pengangguran semakin bertambah, harga sembako yang semakin mahal, usaha menengah kecil dan menengah terancam bangkrut dsb.
Dan genderang perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan harga BBM masih terdengar : Mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum tani dan perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan aksi-aksi, dan terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini menunjukan, bahwa tingkat kesejahteran rakyat sudah dalam batas yang paling rendah,sehingga kenaikan harga BBM sebesar 30% tidak akan lagi sanggup di tanggung oleh rakyat Indonesia.
Argumentasi kuno yang di sampaikan oleh Pemerintah, DPR, Elit Politik maupun Intelektua Tukang, semuanya seragam; Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US $ 139/barel akan mengakibatkan kenaikan subsidi dalam negari sebesar 21,4 trilyun rupiah, sementara negara tidak mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM dalam negeri harus di naikan sesuai dengan harga internasional.
Dan dukungan terhadap kenaikan harga BBM dan semakin tingginya harga sembako yang juga dilakukan oleh APINDO, KADIN dan para pejabat pemerintah yang juga para pengusaha serta partai politik pendukung pemerintah. Karena jelas, dengan kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh para kapitalis untuk mengeruk keuntungan dari kondisi ini. Jelas jika pemerintah berusaha menaikan harga BBM dan tidak merespon secara cepat dan tepat kenaikan harga sembako, maka pemerintah hanya mementingkan kepentingan para kapitalis. Kenaikan harga sembako, maka pemerintah hanya mementingkan kepentingan para kapitalis. Dan jelas juga bahwa pemerintah tidak mempedulikan kondisi rakyat yang semakin terpuruk.
Tuntutan Utama Rakyat :
1. Gagalkan Kenaikan Harga BBM.
2. Pendidikan dan Kesehatan Gratis untuk rakyat.
3. Upah Layak Bagi Buruh.
4. Turunkan harga Sembako.
5. Hapus Sistem Buruh Kontrak dan Outsourcing.
6. BLT bukan Solusi Tetapi Lapangan Kerja Buat Rakyat.
7. Cabut dan Tolak UU yang tidak memihak pada Rakyat, seperti : UU Migas No. 22/2001, RUU BHP, UUK No. 13/2003, UU Penanaman Modal No. 25/2007, UU No.7/1996 tentang ketahanan pangan, Perda Gepeng, dsb.
8. Bantuan Kompensasi Mahasiswa bukan solusi tetapi pendidikan gratis untuk rakyat.
9. Tolak penggusuran.
10. Bebaskan mahasiswa UNAS dan Usut Tuntas Kasus Penyerangan Aparat ke Kampus UNAS.
Solusi Rakyat Indonesia Untuk Negara :
1. Rebut dan Kelola Industri Tambang Asing Dibawah Kotrol Rakyat.
2. Hapus Hutang Luar Negeri.
3. Sita Harta Koruptor Untuk Kesejahteraan Rakyat.
4. Laksanakan Reforma Agraria Sejati (Land Reform).
5. Rebut Industri Perbankan Untuk Rakyat.
6. Bangun Industrialisasi Nasional yang Kerakyatan.
Musuh-Musuh Rakyat :
1. Imperialisme dan Agen-agennya di Indonesia (Rezim SBY-JK).
2. Sisa-sisa Orde Baru.
3. Reformis Gadungan.
4. Militerisme.
5. Fundamentalisme.
KRB
(Komite Rakyat Bersatu)
Batalkan Kenaikan Harga BBM...!!!
Dewan Pimpinan Cabang
PMKRI St. Thomas Aquinas Yogyakarta.
PERNYATAAN SIKAP AMY
PERNYATAAN SIKAP :
ALIANSI MAHASISWA YOGYAKARTA
(AMY)
(PMKRI Cab. DIY, HMI Mpo Yk, GMNI Yk, HMI Cab. Yk, GMKI Cab. DIY, PMII Yk, KAMDA KAMMI DIY, HMI Bulak Sumur, DPD IMM DIY)
Senin, 9 Juni 2008.
KITA BISA MEMBATALKAN KENAIKAN HARGA BBM
Indonesia punya 329 Blok / Sumber Migas dengan lahan seluas 95 juta hektar (1/2 luas daratan Indonesia) dengan cadangan minyak mencapai 250 sampai 300 miliar barel (setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia saat ini). Dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai 1 juta barel / hari atau 159 juta liter / hari. Kenapa harga BBM di Indonesia?
Karena harga minyak di Indonesia ditentukan berdasarkan mekanisme pasar diselenggarakan oleh New York Mercantile Exchange (NYMEX). Padahal keuntungan untuk rakyat akan bertambah, jika Minyak Mentah di Indonesia, bias diolah sendiri, tanpa harus membawa ke luar negeri untuk di olah, dan kemudian di beli Indonesia lagi. Bayangkan saja,untuk broker saja (eksport di tambah import), terbuang uang 4,9 trilyun rupiah per tahun. Intinya UU Migas yang dibuat pemerintah memang di bawah todongan senjata “Kompeni”.
BLT diambilkan dari APBN, padahal pemerintah katanya APBN Defisit. Akhirnya APBD yang jadi korban, daerah kelabakan. Lelucon apa lagi ini. Wajar saja kalau orang bilang BLT hanyalah permainan politik SBY-JK untuk merebut simpati rakyat miskin. 100 ribu / bulan (Money Politik) BKM yang muncul setelah aksi penolakan mahasiswa terhadap kenaikan BBM. Kenapa tidak dari dulu-dulu muncul kebijakan ini? Pemerintah kok seperti pahlawan kesiangan. Sebanyak 400 ribu mahasiswa miskin akan dapat uang Rp. 500 ribu / semester selama 1 Tahun. Kenapa hanya sampai tahun 2009? Kepentingan apalagi ini. Akan lebih baik jika redaksinya “sebanyak 400 ribu mahasiswa dibebaskan biaya kuliahnya sampai lulus”.
(UU Migas, UU Kelistrikan, UU Penanaman Modal, dll). Semua pro asing. Ditunggu politisi yang berani pasang iklan “Nasionalisasikan asset-asset nasional” atau “tolak liberalisasi perdagangan”. Atau gerak jalan yang temanya “wujudkan kemandirian dan kedaulatan bangsa”. Singkat kata, kenaikan BBM jika terus menerus dikaji dengan kebeningan hati dan kemurnian jiwa akan semakin menunjukan bahwa pemerintah benar-benar tidak serius mengelola Negara ini. Untuk itu, dalam tahapan menutupi kebobrokannya segala macam cara digunakan untuk mengalihkan isu tentang kenaikan BBM. Dan anda tahu apa yang yang terlihat marak diberitakan di media-media ini dalam rangka itu semua. Maka ketetapan hati untuk tetap menolak kenaikan BBM merupakan satu bentuk konsistensi Gerakan Mahasiswa dalam menyuarakan kejernihan pikirannya dalam melihat realitas.
Realitas yang selalu ditutupi. Untuk itu AMY menuntut adalah :
1. Batalkan kebijakan kenaikan BBM.
2. Nasionalisasi asset-asset nasional.
3. Tolak liberalisasi perdagangan.
4. Hapus hutang luar negeri.
5. Tolak BLT dan BKM.
6. Tolak UU yang tidak pro rakyat.
Dewan Pimpinan Cabang
PMKRI Cab. Yogyakarta.
ALIANSI MAHASISWA YOGYAKARTA
(AMY)
(PMKRI Cab. DIY, HMI Mpo Yk, GMNI Yk, HMI Cab. Yk, GMKI Cab. DIY, PMII Yk, KAMDA KAMMI DIY, HMI Bulak Sumur, DPD IMM DIY)
Senin, 9 Juni 2008.
KITA BISA MEMBATALKAN KENAIKAN HARGA BBM
Indonesia punya 329 Blok / Sumber Migas dengan lahan seluas 95 juta hektar (1/2 luas daratan Indonesia) dengan cadangan minyak mencapai 250 sampai 300 miliar barel (setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia saat ini). Dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai 1 juta barel / hari atau 159 juta liter / hari. Kenapa harga BBM di Indonesia?
Karena harga minyak di Indonesia ditentukan berdasarkan mekanisme pasar diselenggarakan oleh New York Mercantile Exchange (NYMEX). Padahal keuntungan untuk rakyat akan bertambah, jika Minyak Mentah di Indonesia, bias diolah sendiri, tanpa harus membawa ke luar negeri untuk di olah, dan kemudian di beli Indonesia lagi. Bayangkan saja,untuk broker saja (eksport di tambah import), terbuang uang 4,9 trilyun rupiah per tahun. Intinya UU Migas yang dibuat pemerintah memang di bawah todongan senjata “Kompeni”.
BLT diambilkan dari APBN, padahal pemerintah katanya APBN Defisit. Akhirnya APBD yang jadi korban, daerah kelabakan. Lelucon apa lagi ini. Wajar saja kalau orang bilang BLT hanyalah permainan politik SBY-JK untuk merebut simpati rakyat miskin. 100 ribu / bulan (Money Politik) BKM yang muncul setelah aksi penolakan mahasiswa terhadap kenaikan BBM. Kenapa tidak dari dulu-dulu muncul kebijakan ini? Pemerintah kok seperti pahlawan kesiangan. Sebanyak 400 ribu mahasiswa miskin akan dapat uang Rp. 500 ribu / semester selama 1 Tahun. Kenapa hanya sampai tahun 2009? Kepentingan apalagi ini. Akan lebih baik jika redaksinya “sebanyak 400 ribu mahasiswa dibebaskan biaya kuliahnya sampai lulus”.
(UU Migas, UU Kelistrikan, UU Penanaman Modal, dll). Semua pro asing. Ditunggu politisi yang berani pasang iklan “Nasionalisasikan asset-asset nasional” atau “tolak liberalisasi perdagangan”. Atau gerak jalan yang temanya “wujudkan kemandirian dan kedaulatan bangsa”. Singkat kata, kenaikan BBM jika terus menerus dikaji dengan kebeningan hati dan kemurnian jiwa akan semakin menunjukan bahwa pemerintah benar-benar tidak serius mengelola Negara ini. Untuk itu, dalam tahapan menutupi kebobrokannya segala macam cara digunakan untuk mengalihkan isu tentang kenaikan BBM. Dan anda tahu apa yang yang terlihat marak diberitakan di media-media ini dalam rangka itu semua. Maka ketetapan hati untuk tetap menolak kenaikan BBM merupakan satu bentuk konsistensi Gerakan Mahasiswa dalam menyuarakan kejernihan pikirannya dalam melihat realitas.
Realitas yang selalu ditutupi. Untuk itu AMY menuntut adalah :
1. Batalkan kebijakan kenaikan BBM.
2. Nasionalisasi asset-asset nasional.
3. Tolak liberalisasi perdagangan.
4. Hapus hutang luar negeri.
5. Tolak BLT dan BKM.
6. Tolak UU yang tidak pro rakyat.
Dewan Pimpinan Cabang
PMKRI Cab. Yogyakarta.
Subscribe to:
Posts (Atom)


